kala termangu dalam bisik hatiku, mata menatap jauh ke arah yang tak tentu, dan untaian kata terangkai tanpa terucap, nurani yang mendengar, betapa sejujurnya aku dalam segunung kegelisahan.
kala bibir tak bisa mengucap, hanya menutup rapat tak berani berkata, karena hanya keluh gundah yang akan teruntai dari tiap ucapnya.
karena hanya manusia, dan manusia biasa, yang ada dengan segudang uji dan coba,
karena manusia tidak pernah meminta, untuk berada di dunia, tapi ada dan wajib menerima coba, dengan syetan yang selalu menggoda, dan dosa yang siap mengantar manusia menuju neraka
andai hati bisa bersuara, maka manusia tidak ada rahasia,
gelisahku adalah rahasiaku, gundahku ada dalam benakku, karena hatiku ada dalam dadaku, maka rahasiaku aman di dalam tubuhku